Sejak 5 bulan lalu, Kaka sudah merencanakan acara ulangtahun ke 8-nya. Tidak lagi bergembira bersama teman2 dekat untuk tiup lilin di atas kue tart pesanan mahal yang girlie dan lezat seperti biasa. Tidak terlalu menginginkan hadiah teman2 yang sudah dapat ditebak apa isinya. Kaka hanya mau ke Kidzania lagi.

Selasa 24 Juni 2008.

Saat ini liburan sekolah jadi tidak mudah mendapat tiket lewat registrasi online. Kami berdua datang langsung sebelum jam 8 pagi dan antrean depan loket sudah panjang melingkar.

Kaka mendapat hadiah ulangtahun dari counter tiket *how nice* sebuah tambahan cheque 50ribu, jadi total terima 100ribu uang Kidzos.

Kalau kunjungan perdana Kaka banyak menghabiskan uang dan memilih role activities yang ringan misal menjadi driver harus bayar 10 Kidzos, menjadi fashion model atau dentist akan diupah 8 Kidzos.

Sekarang Kaka sudah mengerti bagaimana memilih permainan dengan memanfaatkan uang (harus bayar atau diupah), menyimpan uang di bank serta fasih menggunakan ATM.

Di bawah Ini rekaman ketika Kaka mencoba menjadi presenter di Metro TV Kidzania. Dalam satu sesi terdiri dari 5 anak yang dihitung berdasarkan urutan antri. Setiap anak mengambil bola untuk menentukan perannya dan Kaka bertugas membacakan berita cuaca.

***still loading…

Simak gayanya ;) psst kalo Kaka tau live show-nya di posting pasti manyun deh…

“If a butterfly flaps its wings on one side of the world, the ripple effect could cause a tempest on the other” (The theory of Butterfly Effect).

What if you could go back to major junctions in your life and take the other path? What if there’s an alternate life for you somewhere, out there, where the cumulative sum of your choices leads to a better reality, a happier and more fulfilling existence? On the flip-side - what if, at the end of the day, you really can’t achieve a solid grip on these things, no matter how hard you try?

Pernah merasa menyesal dengan kehidupan yang kamu alami sekarang? saya suka berandai-andai, seandainya dulu saya begini dan begitu mungkin sekarang saya tidak perlu mengalami kesulitan seperti ini atau itu.

Beberapa hari lalu, saya selalu terkenang kejadian masa lalu dan menghubungkan akibatnya dengan masa kini. Lantas merancang-rancang masa depan dengan begitu banyak keinginan dan ini selalu bikin kepala terasa berat *senut-senut* arrrgggh…

Malam minggu kemarin, iseng nonton The Butterfly Effect yang ditayangkan Trans TV after midnight. Kebetulan yang baik :)

The film was a fresh breath of air when I saw it, left me pondering for days, and gave me the inspiration. It’s not about time travel. It’s what small events in life end up resulting to, whether it be the biggest event in your life or a small one. Changing reality isn’t truly the answer to happiness.

Evan Treborn learns that he can return to those important lost moments in his life and re-inhabit his younger body, thus changing the present and future. However, with every shift in the past comes an alternate present that may seem better at first, but is in fact a far harsher reality than the original one Evan has left.

What truly touched me about this film was the essence in which You Can’t Play God ;) Time will catch up to you no matter what you do to change it.

“Change one thing. Change everything”.

Such minor changes, such huge consequences and it definitely shows in every alternate reality he tries to effect.

The movie helped to drive in something that I had always known, but never wanted to believe. As cheesy as it may sound, The Butterfly Effect has made me realize how important it is to be grateful for life exactly as it is.

“There is no perfect. You can’t change what people are without changing what they were”.

kata2 dikutip dari komentar penonton tentang film ini

istanabogor-guide.jpg

Kaka belajar tamasya study wisata ke Istana Bogor dan Taman Safari, Rabu 19 Maret 2008 bersama rombongan sekolah.

Di Istana Bogor yang merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia Kaka menunjuk lukisan besar di dinding dan bertanya kenapa kebanyakan bergambar perempuan berkebaya Jawa dan penari Bali ;)

Sudut yang justru sangat menarik perhatian Kaka ternyata patung burung Garuda, kolam air di depan Istana *foto dijepret sendiri oleh Kaka* dan percakapan rahasia antara seorang penjaga istana dan Bapak penjaga di sekolahnya *ngak deng foto dijepret setelah Kaka membalik badan karena ngak mau di close-up hihihi*

istanabogor-garuda.jpg

istanabogor-kolam.jpg

istanabogor-kaka.jpg

Sebenarnya Kaka pengen banget lihat rusa-rusa Nepal itu dari dekat tapi apa daya semua bergegas kembali ke bis agar segera tamasya ke Taman Safari ;)

istanabogor.jpg

Kunjungan singkat satu jam ini diakhiri dengan foto bersama per kelas.

Kelas 2: hanya 27 siswa dari 37 beserta ibu guru wali kelas.

Ehem, maaf lupa dikutip darimana… nemu di folder lama. Daripada dibuang sayang *saya suka penuturan logikanya* karena itu ada baiknya dishare ;)

Wacana publik tentang jilbab seringkali berputar-putar pada pertanyaan:

  • Apakah ia sebuah ekspresi kultural Arab ataukah substansi ajaran agama;
  • Apakah ia sebuah simbol kesalehan dan ketaatan seseorang terhadap otoritas agama,
  • ataukah simbol perlawanan dan pengukuhan identitas seseorang?

Banyak feminis “beraliran Barat memandangnya sebagai sebuah bias kultur patriarkhi serta tanda keterbelakangan, subordinasi dan penindasan terhadap perempuan. Tapi di sisi lain, jilbab dianggap sebagai pembebas dan ruang negosiasi perempuan.

Pada titik ini, jilbab sebenarnya masuk pada arena kontestasi sebuah permainan makna dan tafsir. Relasi-kuasa bermain dan saling tarik antara kalangan agamawan normatif dan feminis liberal; antara atas nama kepentingan norma (tabu, aurat, kesucian, dan privasi) dan atas nama kebebasan perempuan (ruang gerak, persamaan dll).

Tidaklah layak jika kita menggeneralisir bahwa perempuan berjilbab itu berarti suci, sopan, dan saleh. Begitu pula sebaliknya, perempuan tidak berjilbab dicitrakan sebagai perempuan kotor, kurang sopan, dan tidak taat beragama.

Pendek kata, jilbab secara historis mempunyai banyak makna. Jilbab lebih dari sekadar cita rasa berbusana religius. Jilbab terkadang tampil sebagai simbol ideologis dari suatu komunitas tertentu, menjadi fenomena bagi suatu lapisan elit sosial, menjadi simbol segregasi jender, menjadi simbol komunitas patriarki, menjadi simbol “keterbatasan peran wanita, dan lain-lain.

Jilbab adalah sebuah fenomena majemuk, memiliki tingkat-tingkat makna dan beragam konteks. Persoalan jilbab tak lagi wajib-mubah, haram-halal, etis-tidak etis karena menyiratkan simbol sarat makna dan kepentingan, sangat tergantung ’siapa pemakainya’.

Allah SWT menurunkan surah Al Ahzab (59) penggunaan jilbab dengan tujuan;

jilbab.jpg

  1. supaya mudah dikenali (identitas),
  2. agar tidak diganggu (antisipasi).

Bagi saya pribadi karena iman; percaya kepada Allah SWT. Saya mencoba menjalankan segala apa yg diperintahkan & meninggalkan yg dilarang-Nya. Semoga bukan karena mengharap pahala dan atau Surga-Nya tapi semata ‘CINTA’ seorang hamba kepada Sang Khalik… as simply as it.

Seems I am out of control. I ‘read’ everything for hours which exposing my notebook to spyware, worms and viruses, hogging bandwidth and storage resources, leaking confidential info *whatwhenwhere?* but the worst is lowering my work performance in the office. This little habit is indeed costing high.

9am. after reviewing official mails, I spend the rest of the day browsing, blogwalking and googling. Suddenly it’s 5pm time’s over *couldn’t hear the annoying ticking clock*. This internet habit is indeed completing nothing.

God happens! Stop now!.

Day 1

signature.jpg

Karakter yang baik diketahui melalui ”Respon” yang benar ketika kita mengalami tekanan, tantangan & kesulitan. “Karakter adalah kekuatan untuk bertahan dimasa sulit”. Karakter dibentuk, tidak diciptakan. Dibentuk artinya harus melalui proses.

Jacob Ezra - Character Specialist The Power Character

membaca tanda tangan dan menulis 3 kekuatan karakter yang saya miliki;

  1. Bagus dalam perencanaan: rapi - detil - sistematis.
  2. Mawas diri: ada plan B - antisipasi.
  3. Mampu beradaptasi dengan orang sulit.

Ehmm, karakter yg jelek kata beliau bukan untuk konsumsi umum sesuai kode etik… *padahal saya penasaran*

Ditelaah sependek pemahaman saya;

  • Point 1 karena tanda tangan menggunakan huruf lengkap dan jelas.
  • Point 2 & 3 tidak tahu dilihat dari perspektif apa, xixixi…

Day 2

To be successful & to be promoted, there are RULES that you have to follow, James Gwee.

Jebakan betmen pertama berhasil, seluruh peserta tidak mengikuti RULES. Contoh Soal Matematika 4 + 2 saking gampangnya semua jawab 6 padahal ada perintah untuk mengubah tambah menjadi bagi :lol:

Sayangnya jebakan ke dua masih 90% peserta tetap tidak ikut RULES. Contoh soal Speed Test, seharusnya seluruh soal dibaca dulu sebelum mengerjakan karena soal terakhir perintahnya justru; Jangan menjawab satupun dari seluruh pertanyaan diatas. Duduklah dengan tenang dan santai. Tontonlah teman-teman anda yang menunjukkan kekonyolan mereka sendiri. Hwahahah… saya sampe ketawa ngakak, nepuk temen yang tadi neriakin namanya keras-keras sesuai perintah soal :lol:

Pak James pun mengulas the story of Mr Edy’s 3 sons. Intinya harus EXCEED expectations, giving others what they want faster & better and resolve to be PRO ACTIVE. Itu yang bedain seseorang a Star performer or just mediocre.

Day 1 & 2

Udara ruangan pengap *500 orang beuh* segala aroma berpendar dari harum parfume mahal sampe rokok menthol, segala bentuk dan rupa wanita dari cantik seksi sampai jelek gendut :lol: yang jelas ada strata-kelas-pengelompokan.

Malu lihat antrian makan siang persis seperti antre minyak tanah, yang ngerasa elit makan di restaurant hotel tuh, yang jaim seperti saya malah gigit jari liat hidangan prasmanan ludesss hihihi…

Stream yang menarik ternyata bisa diikuti walaupun kelas penuh, sayang trik ini tidak bisa saya lakukan karena waktu pendek dan terpukau kesibukan panitia membagikan gimmick *doh*.

insefo2008.jpg

Insefo, 24-25 January 2008.