Ehem, maaf lupa dikutip darimana… nemu di folder lama. Daripada dibuang sayang *saya suka penuturan logikanya* karena itu ada baiknya dishare ;)

Wacana publik tentang jilbab seringkali berputar-putar pada pertanyaan:

  • Apakah ia sebuah ekspresi kultural Arab ataukah substansi ajaran agama;
  • Apakah ia sebuah simbol kesalehan dan ketaatan seseorang terhadap otoritas agama,
  • ataukah simbol perlawanan dan pengukuhan identitas seseorang?

Banyak feminis “beraliran Barat memandangnya sebagai sebuah bias kultur patriarkhi serta tanda keterbelakangan, subordinasi dan penindasan terhadap perempuan. Tapi di sisi lain, jilbab dianggap sebagai pembebas dan ruang negosiasi perempuan.

Pada titik ini, jilbab sebenarnya masuk pada arena kontestasi sebuah permainan makna dan tafsir. Relasi-kuasa bermain dan saling tarik antara kalangan agamawan normatif dan feminis liberal; antara atas nama kepentingan norma (tabu, aurat, kesucian, dan privasi) dan atas nama kebebasan perempuan (ruang gerak, persamaan dll).

Tidaklah layak jika kita menggeneralisir bahwa perempuan berjilbab itu berarti suci, sopan, dan saleh. Begitu pula sebaliknya, perempuan tidak berjilbab dicitrakan sebagai perempuan kotor, kurang sopan, dan tidak taat beragama.

Pendek kata, jilbab secara historis mempunyai banyak makna. Jilbab lebih dari sekadar cita rasa berbusana religius. Jilbab terkadang tampil sebagai simbol ideologis dari suatu komunitas tertentu, menjadi fenomena bagi suatu lapisan elit sosial, menjadi simbol segregasi jender, menjadi simbol komunitas patriarki, menjadi simbol “keterbatasan peran wanita, dan lain-lain.

Jilbab adalah sebuah fenomena majemuk, memiliki tingkat-tingkat makna dan beragam konteks. Persoalan jilbab tak lagi wajib-mubah, haram-halal, etis-tidak etis karena menyiratkan simbol sarat makna dan kepentingan, sangat tergantung ’siapa pemakainya’.

Allah SWT menurunkan surah Al Ahzab (59) penggunaan jilbab dengan tujuan;

jilbab.jpg

  1. supaya mudah dikenali (identitas),
  2. agar tidak diganggu (antisipasi).

Bagi saya pribadi karena iman; percaya kepada Allah SWT. Saya mencoba menjalankan segala apa yg diperintahkan & meninggalkan yg dilarang-Nya. Semoga bukan karena mengharap pahala dan atau Surga-Nya tapi semata ‘CINTA’ seorang hamba kepada Sang Khalik… as simply as it.